Usaha Penetasan Telur Itik

September 7, 2010 Entrepreneurship, Kiat Usaha

Peluang  usaha  di  bidang  penetasan  telur  itik  cukup  terbuka. Itik  atau  bebek  merupakan  hewan  unggas  yang  sudah  cukup  popular  di  masyarakat  kita. Tidak  hanya  telur  asin  saja  yang  bisa  didapat  dari  telur  itik, ada  banyak  aneka  makanan  yang  dibuat  dengan  bahan  dasar  telur  itik.

Selain  telur  itik  yang  dimanfaatkan  sebagai  aneka  makanan, daging  itik  juga  cukup  banyak  digemari  oleh  masyarakat. Di  antara  makanan  dari  daging  itik  adalah  bebek  goreng, bebek  bakar, rica-rica, bebek  kremes, dan  lain  sebagainya. Dengan  demikian, peluang  usaha  dari  unggas  ini  cukup  terbuka  lebar  bagi  penngusaha  yang  berminat  menggelutinya. Tidak  hanya  dari  seekor  pengolahan  hasil  ternak  itik  saja, tetapi  juga  dari  bisnis-bisnis  lainnya, di  antaranya  penyediaan  bibit  itik  yang  berkualitas.

Bisnis  penetasan  telur  itik  sebenarnya  cukup  memiliki  potensi  mendatangkan  keuntungan. Peluang  bisnis  penetasan  telur  itik  ini  dapat  dilakukan  pada  skala  rumah  tangga  serta  kelompok  usaha  kecil  dan  menengah (UKM), karena  proses  dan  perlengkapan  yang  cukup  sederhana. Selain  itu, harga  mesin  penetas  telur  itik  juga  cukup  terjangkau, ada  yang  berharga  murah  dan  ada  yang  cukup  mahal, tinggal  menyesuaikan  dengan  kebutuhan  saja.

A. Proses  Penetasan  Telur  Itik

- Pemasukan  telur. Pemasukan  telur  ke  dalam  mesin  tetas  hendaknya  dilakukan  pada  saat  mesin  tetas  benar-benar  siap  untuk  dipergunakan,  antara  lain  suhu  sudah  sesuai  dengan  standar, kelembaban  udara  juga  demikian. Selama  tiga  hari  pertama, telur  kita  diamkan  dalam  mesin  penetas  dan  tidak  usah  dibuka. Letakkan  bagian  yang  runcing  di  bagian  bawah, bagian  yang  mengandung  rongga  udara  di  posisi  atas. Jika  di  dalam  mesin  penetas  tidak  terdapat  tatakan  telur, bisa  dibuat  sekat-sekat  dengan  kayu  atau  bilah  bamboo  agar  telur  tidak  menggelinding  dan  mudah  diatur  mesin  penetas.

- Pengeraman  telur. Setelah  tiga  hari, biasanya  sudah  bisa  kita  lihat  telur-telur  yang  memiliki  benih  atau  tidak. Telur  yang  tidak  memiliki  benih  itik  disebabkan  tidak  dibuahi  oleh  itik  jantan. Telur  yang  tidak  dibuahi, tidak  akan  menetas, sehingga  pelu  kita  aktif  untuk  dikonsumsi. Telur  yang  memasuki  hari  ke  empat  sampai  hari  ke 25, sudah  harus  kita  bolak-balik  sehari 2 sampai 6 kali, frekuensi  pemutaran  telur  akan  berpengaruh  pada  daya  tetas  telur.

- Masa  menetas. Telur  itik  akan  mulai  pecah  sedikit  demi  sedikit. Pada  hari  ke-26, sudah  mulai  terdengar suara  dan  cangkang  yang  terbuka  pada  bagian  paruhnya. Pada  hari  ke-28, telur  dalam  mesin  penetasan  yang  normal  sudah  akan  menetas  semuanya.

- Seleksi  DOD. Anakan  itik  yang  berusia  1-4  hari  lebih  mudah  dibedakan  jenis  kelaminnya  dibandingkan  dengan  anakan  itik  berusia  satu  minggu. Warna  itik  betina  lebih  terang  dan  bersih, sedangkan  itik  jantan  lebih  gelap. Jika  diperlihatkan, suara  anak  itik  betina  lebih  melengking.

B. Analisis  Bisnis  Telur  Itik

Meskipun  analisis  bisnis  telur  itik  di  bawah  ini  adalah  hitung-hitungan  kasar, tetapi  bisa  dipergunakan  sebagai  gambaran. Diasumsikan  kita  akan  menetaskan  telur  itik  gambaran. Diasumsikan  kita  akan  menetaskan  telur  itik  sejumlah  100  butir. Telur  itik  akan  menetas  dalam  waktu  28  hari.

  • Pengeluaran :

-          100  butir  telur (@ Rp 1.000,00)    : Rp   100.000,00.

-          Listrik  28  hari                                   : Rp   15.000,00.

-          Operasional                                       : Rp   15.000,00.

Total                                                   : Rp 130.000,00.

  • Hasil  yang  diperoleh :

DOD  menetas  diasumsikan  75%  atau  75  ekor  anakan  itik (DOD)  dari  75  ekor  tersebut, 38  betina  dan  37  jantan.

-          38  ekor  DOD  betina  (@  Rp 5.000,00)             : Rp 190.000,00.

-          37  ekor  DOD  jantan  (@ Rp 1.500,00)              : Rp   55.500,00.

Total  hasil                                                                : Rp 245.500,00.

Keuntungan  yang  diperoleh  dari  100  butir  telur  itik  selama  sebulan  Rp 245.500,00-Rp 130.000,00 = Rp 115.500,00. Jika  jumlah  telur  yang  dierami  1000  butir, keuntungan  yang  bisa  diperoleh  juga  10  kali  lipat  dari  itu, yaitu  Rp 1.115.500,00.

Tags: , , ,

Leave a Reply